Nafas

Demi rasa terasing yang kurasa saat surya menyingsing. Dari waktu bisu hingga bising. Hidup berputar tak tentu serupa gasing. Aku mulai mencari celah pada sekat rasa yang mulai membuat otakku miring. Menghadapkan kepala ke dinding. Tak bergeming.

Aku tidak berupa dua!
Aku tidak berpura-pura!

Aku diam saja atau sebaliknya?
Berkata cinta lalu diam seribu bahasa?

Kemudian nafas itu mengalun memenuhi ruang. Memberi polesan terbaik pada perabotan dan prosa tentang perasaan.

Bila padamu ikatan tidak menjanjikan apa-apa, percayalah padaku yang meyakini rasa dan perasaan.

Dari nikmat Tuhan Yang Tak Berkesudahan.

No comments:

Post a Comment